Lingai Resort bukanlah pulau kosong

2 Comments
pak tatang lingai

Lingai Resort Bukan Tempat Terpencil tapi Jalur Pelayaran Strategis di Pusat Wisata Pulau Tropis di Kepulauan Riau

Pulau Lingai Besar tempat Lingai Resort berada, bukanlah pulau kosong. Ia dihuni oleh 30 jiwa penduduk. Ada sekolah dasar dan Masjid, di mana setiap Maghrib sampai Isya, ada pengajian untuk anak-anak dan kegiatan silaturahmi rutin dengan warga. Pada momen tertentu, kegiatan keagamaan seperti Muharram juga diselenggarakan dengan membuat bubur Syuro secara gotong-royong, yakni bubur yang merupakan campuran seafood hasil tangkapan aneka ragam ikan. Kegotong-royongan masih terjaga. Membuat/memperbaiki rumah, dilakukan secara gotong-royong. Gambar adalah Pak Guru Tatang dari Jawa Barat (kiri), yang ditugasdinaskan di pulau Lingai Besar untuk mengajar di SD.

 

pantai pasir panjang

Pantai Pasir Panjang

Dengan jumlah penduduk yang tidak sampai 50 pada pulau seluas lebih dari 500 hektar, pulau Lingai Besar menjadi paduan ideal antara resor pribadi dan kehidupan kemasyarakatan sehingga dinamai Lingai Resort & Homestay (LRH).

 

Antara Spot, Pulau dan Laguna

 

Spot Lingai Resort & Homestay

spot lingai besar

Spot LRH. Luas 10 hektar. Ini yang dijual. Download Foto Lengkap di sini

Spot LRH menempati 10 hektar dari Pulau Lingai Besar. Pulau Lingai Besar nama sebenarnya adalah pulau Gentingunyut tetapi masyarakat sekitar menyebutnya Lingai Besar. Adapun disebut Lingai karena sebagian besar penduduk Lingai yang berjumlah 300 orang lebih, tinggalnya di pulau Lingai Kecil, yaitu pulau yang berada di depan Lingai Besar yang jumlah penduduknya 30 orang. Lingai merujuk kepada gugusan 5 pulau yakni: 1. Gentingunyut (550hektar), 2. Lingai (289 hektar), dan tiga pulau lain yang tidak berpenghuni yakni: 1. Semersak (58hektar), 2. pulau Musuh (39hektar), dan 3. pulau Nawan (27hektar). Gugusan pulau-pulau itu membentuk satu laguna besar.

 

Pulau Lingai Besar

pulau lingai besar

Pulau Lingai Besar. Luas 550 hektar

Pulau Lingai Besar atau Gentingunyut pada peta Google dinamai Pulau Siantan karena ada dua Siantan, satu di Air Bini (ibukota kecamatan), dan satu di Lingai yang merupakan bagian dari kecamatan Siantan Selatan. Dengan memiliki spot LRH, pulau Lingai Besar dapat dikelilingi dengan bebas, lewat air maupun darat. Wisatawan yang berkunjung ke LRH selama ini telah berkeliling pulau Lingai Besar. Penduduk yang memiliki tanah di Lingai Besar dengan senang hati membolehkan bahkan mengantarkan. Begitu pula dengan berkeliling di pulau-pulau di Lingai secara keseluruhan untuk mendapatkan keindahannya ataupun singgah di dalamnya. Penduduk di Lingai amat sangat ramah kepada pendatang, baik itu pendatang sementara seperti wisatawan, maupun yang berniat untuk menetap.

 

Lingai Bukan tempat terpencil

Lingai bukanlah tempat terpencil. Kini ia telah menjadi kota dengan dibangunnya Bandara Letung yang telah beroperasi. Tersedia penerbangan rutin setiap minggunya dan dapat dengan mudah dicari tiketnya via Traveloka. Dari Batam satu jam penerbangan ke Letung. Dari Letung, 42km ke Lingai. Adapun dari Lingai ke kota Tarempa setengah jam naik speed boat. Di Tarempa ada pasar, rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan, bank, dll. Jaringan telekomunikasi internet juga sudah 4G.

 

atas bukit lingai

Pemandangan dari atas bukit

LRH memiliki banyak pesona seperti spot terumbu karang yang dapat diekplorasi berada langsung tepat di depan bungalow di atas air. Bukitnya tinggi sehingga view-nya eksotis. Adapun pulau Lingai Besar, sebagian sudah menjadi kebun dengan aneka macam tanaman. LRH sendiri juga memiliki ratusan batang pohon kelapa dan puluhan batang pohon mangga. Di pulau Lingai Besar juga ada laguna lain dan pantai, yang berada di bagian belakang LRH, yang setiap saat dapat didatangi dan ditempuh menggunakan pompong, misal di sore hari, sambil menikmati pemandangan matahari terbenam. Lingai paling cocok dinikmati keindahannya antara bulan Maret – Mei.

 

bawah laut lingai

Terumbu karang tepat di depan bungalow

LRH lebih dari sekedar tempat wisata yang harus dikelola. Ia juga dapat menjadi suatu tempat tinggal bagi yang ingin tinggal bersama keluarga. Tempat wisata berkonsep resort seringkali menjadi beban untuk pemeliharaan dan bahkan sekedar menunggui saja pun, karyawannya harus dibayar. Namun tidak demikian halnya dengan LRH karena ada penduduk yang bertempat di pulau tersebut dan turut ikut menjaga secara sukarela.

 

tkprd lingai

Surat dari Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD)


 

Anambas telah ditetapkan sebagai wilayah konservasi laut. Segenap warga Anambas turut menjaga. Setiap perusakan dapat ditindak di tempat. Begitu pula dengan Lingai, warga setempat sangat menjaga betul. Adapun LRH, semua perizinan untuk usaha dan pariwisata serta sertifikat hak milik, telah dimiliki dan juga didukung penuh oleh warga sekitar sehingga menjadi tempat yang siap untuk usaha.

 

rumah tinggal lingai

Dapat menjadi rumah tinggal

Lingai dapat dinikmati keindahannya oleh siapa saja. Yakni, keseluruhan keindahan ekosistem yang terjaga dan pesona gugusan pulau-pulau di Lingai dengan memiliki spot LRH. Spot yang tidak terlalu luas memudahkan pengelolaan, lebih efektif dan efisien, dan untuk memilikinya, membayarnya pun dengan harga yang relatif masih dapat dijangkau oleh perorangan di dalam negeri. Adapun dari luar negeri, yang hendak memiliki spot resort ini, juga dipersilakan datang untuk melihat langsung agar yakin, mengenai situasi di Lingai sebelum memutuskan untuk membelinya. Anambas dan Lingai terbuka bagi siapa saja yang bermaksud untuk mengembangkannya, dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. Mengail adalah hal yang diperbolehkan dan tidak merusak. Begitu pula dengan kegiatan snorkling and diving juga diperbolehkan. Ada banyak diving club di Anambas. Lingai adalah salah satu diving spot dengan LRH sebagai basis tempatnya. Hanya orang yang tinggal di Lingai atau wisatawan yang ke Lingai yang leluasa untuk diving di Lingai.

 

Laguna yang Mengelilingi Lingai Resort

laguna anambas

Lingai yang terdiri dari gugusan 5 pulau

Pulau Lingai Besar dan pulau-pulau lain di Lingai, pada dasarnya adalah suatu Laguna yang mana arus dan angin, di Musim Utara sekalipun (Desember – Februari), tidak menerpa terlalu deras walaupun di luar laguna gelombang sangatlah ganas. Lingai adalah spot pancing dan tempat berkumpul aneka macam ikan. Dengan membentang jaring pantai di LRH, dapat diperoleh berbagai ikan yang siap pungut di pagi harinya, atau dengan menaruh bubu perangkap ikan.

 

Semua aktivitas dan pemandangan wisata bahari dapat dilakukan di Lingai. Di LRH juga dapat dibangun restoran di atas bukit, vila di tepi pantai, maupun suite yang berada di bukit.

 

 

“Kesederhanaan di tengah bentang alam yang eksotis sesungguhnya memiliki harga yang lebih dari sekedar fantastis. Adapun Lingai Resort & Homestay ditawarkan kepada siapa saja untuk dimiliki dengan harga yang realistis.”

 

Lingai adalah laguna yang sangat luas. Pulau Lingai Besar adalah salah satu di antara 5 pulau di Lingai. Spot resort adalah kecil dibandingkan dengan pulau tetapi yang kecil itu luasnya besar; panjang garis pantai 280m (private beach). Hubungilah ownernya Pak Syahadat, untuk mengetahui harganya. Insya Allah harganya terjangkau. Apabila tidak dapat oleh satu orang maka dapat beberapa orang yang patungan untuk membelinya, insya Allah dapat terbeli.

 

Luas Area Resort


 

Perburuan Resort

 

pantai pasir panjang

Sejak Des.2013, Lingai sudah menjadi destinasi traveler yang rela menerjang ombak ganas demi kecantikan pulau Lingai

Di tahun 2019 ramai orang berburu spot di Anambas. Orang dari berbagai negara mencari spot di Anambas untuk dimiliki guna dijadikan resort. Selain itu ada seseorang di Batam yang mewakili suatu konsorsium dari Arab yang mencari resort di Anambas yang dijual. Begitu pula dari suatu kelembagaan di Malaysia yang meminta agar Pak Haji Syahadat (pemilik LRH) tidak terburu-buru menjualnya kepada pihak lain. Itu semua di tahun 2019 menjelang akhir tahun ketika pandemi baru diberitakan muncul.

Luar negeri berburu resort di Anambas
 

Pembatasan kegiatan dimulai di paruh pertama tahun 2020. Saat itu lockdown. Orang di Batam belum ada kontak lagi dengan koleganya di Arab. Begitu pula dengan Pak Haji yang mengatakan bahwa pembelian yang hampir terjadi dengan lembaga dari Malaysia batal karena orang yang bersangkutan meninggal dunia terkena covid. Kita semua ikut berduka, untuk semua yang telah meninggal, baik itu orang yang kita kenal, ataupun orang yang tidak kita kenal. Semuanya adalah saudara. Semoga Allah subhanahuwata’ala segera mengangkat pandemi dan memberikan rahmat-Nya kepada semua yang telah sabar menjalani.

 

Contact person owner:

khairul syahadat

Pak Haji Khairul Syahadat bersama Istri


 
Nomor telepon Owner/Pengelola LRH: Bapak Haji Drs. Khairul Syahadat +62 811-774-442
 

Beliau adalah pensiunan ASN yang sebelumnya 12 tahun bertugas di Anambas. Beliau membangun LRH dari nol sampai menjadi seperti sekarang. Istri beliau adalah orang Lingai (Asli) sehingga mengetahui persis potensi Lingai. Beliau menjual LRH karena sudah tidak bertugas lagi di Anambas dan kini tinggal di Tanjung Pinang serta kondisi kesehatan menurun sehingga beliau memutuskan untuk fokus, menjual putus semua Asset LRH. Beliau insya Allah akan membantu siapa saja yang berminat memiliki dan mengembangkannya. Download dokumen proposal penawarannya di sini

 

Lingai adalah Anambas

Lingai adalah Anambas bukan karena semata ada di Anambas tetapi karena Lingai dapat menawarkan semua potensi dan pesona Anambas terkumpul di satu tempat. Apa saja potensi dan pesona Anambas? Untuk mengetahui, silakan download dokumen berikut ini.

2 thoughts on “Lingai Resort bukanlah pulau kosong”

Comments are closed.